Pages

Jumat, 05 November 2010

Siapakah sesamaku manusia?

Hari ini aku sate teduh dr RBC, dan aku belajar dari seorang Samaria. Renungan hari ini diambil dari Lukas 10:25-37
Salah seorang ahli Taurat bertanya kpd Yesus dgn maksud untuk mencobai Yesus, dia bertanya tentang bagaimana memperoleh hidup yang kekal. Lalu Yesus tanya, "apa yg tertulis di hukum taurat? Apa yg kau baca disana?"
Orang itu menjawab bahwa dia baca di hukum taurat yaitu kasihilah Tuhan, Allahmu, dgn segenap hatimu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Tetapi untuk membenarkan dirinya, dia bertanya lagi pada Yesus: " Dan siapakah sesamaku manusia?"
Pertanyaan si ahli Taurat ini bikin aku mikir juga siapa sih sesamaku yang layak utk dikasihi seperti aku mengasihi diriku sendiri??
Siapa yang layak menerima belas kasihanku? Pertanyaan ini secara ga langsung atau tanpa kita sadari muncul dalam pikiran kita ketika mau menolong orang lain. Kadang muncul pikiran, apa aku harus kasihan ama dia? Apa aku harus tolong dia? Tapi dia beda ras/ agama/suku dll dgnku.
Seringkali kita seperti itu, pilih-pilih orang, siapa yang layak kita tolong dan siapa yang tidak layak mendapatkan bantuan kita.
Sama ras nya, sama sukunya, sama agamanya="sesamaku" karena sama dgn aku.

Tapi ketika Yesus memberi perumpamaan tentang seseorang yang dirampok dan dipukuli oleh para penyamun.
Imam dan orang lewi yang lewat tidak menolongnya. Tetapi ketika orang Samaria yang menolongnya.
Pertama-tama, kita akan perhatikan lebih detil tentang perumpamaan ini.
Yesus bilang ada seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Jalan dari Yerusalem ke Yerikho merupakan jalan yang terkenal karena berbahayanya. Yerusalem terletak 2300 kaki diatas permukaan laut; Laut Mati, yg dekatnya Yerikho terletak kira-kira 1300 kaki berada dibawah permukaan laut. Dengan demikian, maka dalam jarak 20 mil, jalan ini menurun hingga 3600 kaki.
Dalam abad ke 5, demikian Yerome, jalan itu disebut "jalan merah atau jalan darah".
Dalam abad 19 tetap perlu membayar sejumlah uang kpd penjaga setempat sebelum orang-orang melewati jalan tersebut demi keamanannya sendiri.

Berikutnya kita perhatikan watak tokoh-tokoh dalam perumpamaan ini:
1. Orang yang berpergian tersebut adalah orang yg berani. Dengan kondisi jalan yang terkenal itu, dia masih berani untukpergi sendirian.
2. Imam. Dia melewati orang tersebut, mengingat dia adalah seorang imam yang mempunyai ketentuan. Bahwa barangsiapa menyentuh orang mati maka ia akan menjadi najis selama 7 hari (Bil 19:11).
3. Orang Lewi. Biasanya para bandit mempunyai kebiasaan untuk mempergunakan umpan. Bisa saja orang yang terbaring itu adalah salah satu anggota mereka. Orang lewi adalah orang yg mengutamakan keamanan diri sendiri.
4. Orang Samaria. Orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Diantara orang-orang yang lewat, hanya orang Samaria ini yg mau menolong orang yg habis dirampok it.
Orang Samaria ini tiddak sekedar menolong. Kalau aku, aku hanya akan menolong sampai dibawain ke Rumah Sakit, setelah itu aku ga mau tahu apa yg terjadi berikutnya ttg orang yang ak tolong.
Namun orang Samaria initidak hanya membalut lukanya tapi juga menyiraminya dengan anggur dan minyak, dinaikkan keatas keledai, dibawa ke penginapan dan merawatnya.
Masih ada yang dilakukan orang Samaria tersebut adalah dia memberikan uang kepada pemilik penginapan dan menintanya merawat orang itu, bahkan kalau uangnya habis dan sampai si pemilik penginapan memakai uangnya, orang Samaria itu berjanji akan menggantinya (Lukas 10:35)

Orang Samaria ini mengajarkan aku untuk memperlakukan sesamaku spt diriku sendiri tanpa membeda-bedakan.

Apa yang dikatakan Yesus kpd ahli Taurat itu juga berlaku bagi aku "Pergilah dan perbuatlah demikian".

Minggu, 24 Oktober 2010

Kangen

Huwaaa rasanya saya uda lama ga berkunjung dan tulis-tulis di blog ini.
Saya baru aja pulang dr reatret kampus saya. 2-3 tahun lalu saya pernah kerja buat reatret itu, pernah jadi bagian dari reatret itu, rapat dll. Sekarang saya datang sebagai alumni kampus. Rasanya campur aduk banget. Antara pengen pergi dan ga pergi. Kalo pergi saya ga tahan pasti nangis disana dan merasa kangen banget dengan pelayanan saya dulu, masa-masa di kampus waktu it. Kalo ga pergi, saya pasti ga bisa tidur mikirin acaranya gmn bla bla bla...

Baru beberapa bulan ini saya lulus kuliah tp belum wisuda :p dan mulai cari kerja, ampe akhirnya sekarang saya uda mulai bekerja. Waktu awal mula lulus kuliah dan mulai cr kerja, saya mikir gimana yah masa depan saya nanti, apa yg Tuhan mau saya lakukan, nanti saya akan jadi seperti apa, Tuhan mau ngajar saya dalam hal apa dan banyak pertanyaan lain yg terus muncul dan ampe akhirnya saya mulai takut untuk melihat ke depan. Ayat yang saya dapat di awal tahun 2009 yaitu Yeremia 29:11-13, 

" Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati".

Ayat ini yang awalnya jadi pegangan buat saya selama mencari kerja, perlahan saya mulai tinggalin. Saya mulai putus asa, saya mulai sering mengeluh sampai suatu saat teman saya yang sudah sering saya curhatin kesal dan tegur saya. Tapi waktu itu saya ga mau dengar teguran atau saran sekalipun saya mau melihat apa yang akan Tuhan lakukan untuk saya. Saya mau melakukan sesuatu, minimal kerja atau apapun bukan hidup tanpa kejelasan mau ngapain, nganggur ga jelas dll. Kadang saya iri dengan salah satu teman dekat saya, dia sudah jelas akan hidupnya, panggilan Tuhan buat dia, apa yang akan dia lakukan dll. 
Namun setelah akhirnya saya dapat kerja, ternyata saya ga cocok dengan beberapa hal dr kantor tempat saya bekerja. Saya pun mulai kembali mengeluh tapi bukan karena kerjaannya melainkan karena orang-orangnya, sistem kerjanya, lokasi yang jauh dari tempat tinggal saya dll.

Lalu saya mulai kembali ingat dengan 4 tahun masa-masa saya di kampus. 4 tahun yang luar biasa dalam hidup saya (utk saat ini). Empat tahun dimana saya ketemu Tuhan, saya diperjelas dengan panggilan saya, saya melayani dikampus, saya kenal dengan banyak orang, saya punya banyak teman, saya punya banyak anak mentor, saya punya banyak kegiatan. Istilahnya dalam perjalanan hidup saya, saya berhenti berjalan ke depan dan saya mulai menoleh ke belakang, mengenang masa-masa kuliah saya dulu dan saya ga mau berpaling lagi ke depan, saya ga berani melihat apa yang akan terjadi di depan nanti, saya masih terkesima, terharu, terkesan dengan masa lalu saya itu.


Saya pengen kembali ke masa-masa kuliah saya, saya pengen kembali melayani di kampus, saya kangeenn banget ama semua itu. Waktu kembali ke reatret tadi, saya senang banget bisa kembali kesana tp saya sadar itu bukan lagi tempat saya walaupun hati saya masih melekat disana, sudah ada orang-orang yang lebih baik dr saya, orang-orang yang dulu didoain dan diimani supaya jadi pemimpin yang menggantikan saya disana. Senang campur sedih tapi ternyata rasa senang saya karena melihat generasi yang baru dengan hati yang sama yaitu hati yang mau melayani lebih besar dari rasa sedih saya. Saya bersyukur kalau saya pernah menjadi bagian dari kampus saya.
Masa saya sudah berlalu dan saya mulai belajar untuk meninggalkan masa lalu saya, kesenangan-kesedihan, kesuksesan-kegagalan, semuanya saya tinggalkan dan saya belajar mulai melangkah ke depan dan berlari menuju rencana Tuhan dalam hidup saya walaupun saya masih berdoa akan rencana Tuhan tersebut. Tapi saya mau terus berlari kepada panggilan Tuhan dan berlari menuju masa depan yang sudah Dia janjikan :)



Kamis, 11 Maret 2010

Biarlah cawan ini berlalu daripada ku

Beberapa waktu yang lalu, saya sempet bercandaan dengan teman se-kost saya, gara-gara bosen dengan tugas akhir, saya bilang gini ke dia, "biarlah cawan ini berlalu daripada ku" (ngutip dr perkataan Yesus di Matius 26:39). Tapi teman saya itu langsung jawab, "tetapi janganlah seperti yang kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Waktu itu saya langsung ketawa. Ketawa karena saya sadar bahwa ayat itu ga berhenti di kalimat "biarlah cawan ini berlalu daripada ku", tapi masih ada kelanjutannya.


Sebagai mahasiswa semester akhir, saya mulai pusing bukan hanya dengan tugas akhir tapi juga masa depan. Saya akan bagi menjadi 2 untuk penjelasan yang lebih jelas :)


1. Tugas Akhir
Sejujurnya..... saya bosaaaannn!!!!
Saya suka dengan topik tugas akhir saya dan saya ga sabar ingin bikin desain yang bagus dan unik. Pengen banget liat hasil akhirnya, tapi saya bosan dan ga sabaran dalam proses pembuatannya. Rasanya pengen bisa sulap aja trus langsung jadi sesuai keinginan yang ada di kepala saya. Dan karena hal ini saya bilang "biarlah cawan ini berlalu daripada ku" tapi karena kata-kata teman saya, saya sadar kalau memang bukan kehendak saya yang jadi tapi yah harus kehendak Dia yang jadi. Dia mau saya ikuti aturan mainnya, yah saya harus patuh. Walaupun saya harus jadi anak kecil yang patuh dan ga lari-larian kemana-mana dan rasanya susah, tapi karena ayat ini (yang awalnya asal ambil), saya jadi belajar untuk TAAT dan ga minta lagi mau nya saya yang jadi tapi mau-Nya si Bos yang jadi :)


2. Masa depan
Saya sudah doain masalah ini dari tahun 2009 (Yang ini mungkin ga nyambung dari ayat tsb hehehe). 
Karena papa saya ga mau saya jg pengangguran, jadi dari awal tahun 2009 papa saya rajin telpon dan minta saya untuk pikirin rencana setelah lulus dari jauh-jauh hari.
Abis lulus mau ngapain? lanjut S2? Kerja? Punya usaha?
Kemudian mulai deh saya mikir, mikir dan mikir.
Akhirnya saya kepikir sesuatu, lanjut S2 ke tempat yg ga mungkin saya capai dan rencana-rencana lain. Lalu saya berdoa dan bilang ke Tuhan rencana saya. Akhir doa saya bilang gini, "Tuhan jadilah seperti kehendak-Mu dan berjalanlah sesuai dengan rencana-Mu."
Kalimatnya bagus ya? heheheh tapi ternyata saya ga ngerti dengan apa yang saya katakan. Bilangnya sih gitu tapi saya berdoa dengan maksa supaya terjadi.


Setelah mikir 1 tahun dan sekarang masih mikir tentang rencana setelah lulus, saya ga lagi maksa Tuhan untuk ngabulin apa yang saya mau. Tapi saya uda mulai berpikir lebih 'normal' hehehe
Tapi akhirnya saya sadar apa yang saya pikirkan itu ga sesuai dengan harapan saya sebelumnya, cita-cita saya, impian saya. Apalagi kalau membayangkan prosesnya, sekali lagi rasanya saya pengen bilang "biarkan ini berlalu dari saya, saya pengen yang enak-enak aja deh." 
Tapi kali ini saya sudah ngerti arti kata-kata saya sendiri,"Tuhan jadilah seperti kehendak-Mu dan berjalanlah sesuai dengan rencana-Mu", walaupun ga sesuai dengan kemauan saya tapi yang penting sesuai dengan mau-Nya Tuhan karena saya tahu Dia punya rencana yang lebih BESAR.










Jumat, 15 Januari 2010

Good bye internship, welcome final project

Aku masih sangat ingat waktu pertama kali aku masuk Universitas Pelita Harapan.
Aku yang masih mahasiswa baru dan ga ngerti apapun tentang kuliah, dengan rasa takut, was-was dan cemas akan pelajaran-pelajaran kuliahku serta takut ga bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan macam-macam ketakutan lainnya.
Aku duduk dikamar kost ku yang baru, sebelum memulai masa-masa perkuliahan, aku berdoa dan bilang ama Tuhan, "Tuhan, aku percaya Engkau yang bawa aku ke UPH dan Engkau juga akan bawa aku keluar dari UPH dengan lulus." Waktu itu aku takut banget ga bisa mengikuti kuliah dengan baik, dpt nilai jelek dan akhirnya jadi mahasiswa abadi iiiiiihhhhh....


Tuhan dengar doaku waktu itu, mahasiswa baru yang cupu dan ketakutan ama kuliah hahahahah
Dia mendengar setiap hal nya dan Dia yang menuntun aku selama aku ada di kampus. Hal-hal yang aku takutkan ga pernah terjadi.
Sekarang sudah 3, 5 tahun aku kuliah dan aku sudah memasuki tugas akhir. Aku ga pernah lihat Dia meninggalkanku, Dia pegang janji-Nya. Dia buat semuanya berjalan sesuai dengan rencana-Nya. Masa-masa selama kuliah adalah masa-masa dimana Dia ijinkan proses dan pembaharuan karakterku lebih lagi sehingga lewat semuanya aku bisa lebih dewasa.


Masa kerja praktek yang juga baru aku lewatkan, juga mengajarkan aku banyak hal. Dan terus aku melihat Dia tak pernah tinggalkanku. Masa-masa dimana aku belajar sesuatu yang baru dan lebih keras dari kehidupan kampus yang mungkin akan aku hadapai setelah lulus kuliah nanti.
Sekarang aku lagi memasuki tugas akhir, baru awal sekali dan bosaaaaannn sekali.
Seperti dalam masa penantian. Lama dan bosaaaaann. Rasanya pengen cepet-cepet selesai tapi klo uda selesai juga ga tw akan ngapain.
Tapi doa yang sama juga aku doakan pada awal aku memasuki semester ini. Doa yang disertai ketakutan, tapi kali ini takut yang berbeda. Takut ga bisa memberikan yang terbaik untuk tugas akhir ini.
Tapi aku tetap percaya Dia tak akan tinggalkan aku :)
Di masa-masa yang membosankan (menurutku), sendirian (sebenrnya aku kesepian :p), temen-temen yang uda mencar-mencar karena uda ga ada kelas lagi, aku kangeennn sekali dengan masa-masa itu. Masa-masa bareng temen2, masa-masa pelayanan, nongkrong dikelas, ngobrol dengan temen-temen sambil kerjain tugas.
Sekarang aku cuma duduk, tidur2an di kost sambil mikirin rencana/ strategi apa aja yang akan dilakukan untuk tugas akhir ini.
Sekali lagi rasanya bosaaaaaaaannnn.........


Tapi aku tetap harus lewatin ini semua sambil terus berdoa, berusaha dan bersyukur.
Satu ayat yag aku dapet di awal tahun 2009 dan aku pegang terus untuk masa depan aku:


"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)"


Ayat ini yang kembali menyemangatiku ditengah ketakutan dan kekhawatiranku tentang tugas akhir dan masa depan. Sebab Dia tahu (dan benar2 tahu) rancangan2 apa yang ada padanya mengenai Christy, dan rancangan itu yang akan memberikan kepada Christy hari depan yang penuh harapan :)
Tapi untuk mendapatkan hari depan yang penuh harapan itu, ada proses yang harus dilewati, ada rasa bosan, ada rasa sakit tp bersyukur Dia selalu ada :)


Tugas akhirku adalah desain ulang buku DUTA BAGI KRISTUS: Latar Belakang Peta Perjalanan Paulus (Penulis: William Barclay). Kenapa aku desain ulang?
Pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan ke aku.
Aku suka dengan visi William Barclay yaitu menolong orang-orang awam memahami iman mereka lebih jelas supaya lebih dekat mengikuti Tuhan mereka. 
Aku mau membuat desain dan menambahkan elemen-elemen di buku ini yang bisa membuat pembaca semakin mengerti karena ga cuma baca tapi boleh melihat (gambar). Sehingga visi si William Barclay itu ga mati karena keadaan bukunya tapi boleh dilanjutkan dengan desain yang aku buat :)


Aku merasa susah sih dan ga tw mw di bikin desain seperti apa, tapi aku berdoa biar melalu desain yang baru (yang aku bikin dan jika diterbitkan), orang-orang yang membacanya semakin diperjelas tentang firman Tuhan dan hati untuk jiwa-jiwa.
Biar setiap orang yang membaca bisa memiliki hati seperti Paulus yang mau melakukan apapun agar setiap orang bisa mendengar kabar sukacita bahwa Yesus datang ke dunia 2000 tahun lalu untuk mati dan menebus dosa setiap manusia. Aku berdoa biar semakin banyak orang yang mau menjadi Duta Bagi Kristus dan memiliki hati yang mengasihi jiwa-jiwa lebih lagi. Ga cuma ngomong aja tapi ada aksi.


Setelah melewati masa-masa kerja praktek kemaren saya resmi bilang Good bye internship, welcome final project ;)







Senin, 05 Oktober 2009

Aku yang egois

Waktu pertama kali aku terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku, aku senang sekali. Hidupku diubahkan, ak tahu bahwa aku sudah diselamatkan dan aku tahu kemana aku akan pergi setelah aku meninggal. Aku tahu Tuhan baik dalam hidupku, Tuhan menjamin masa depan aku bahkan Dia rela mati untuk aku yang berdosa ini supaya aku diselamatkan.

Kemudian aku mulai pelayanan di gereja, aku mulai disibukan dengan jadwal pelayanan yang padat. Aku fokus dengan pelayanan dan apa yang harus aku lakukan dalam pelayanan. Aku ikut reatreat, aku ikut doa malam, aku sibuk latihan untuk ibadah dll.
Kemudian aku mulai dipersiapkan menjadi ketua komsel, aku dipersiapkan jadi WL, jadi pengurus dll. Aku terus dibawa naik dan terus naik.
Yang ada dipikiranku, Tuhan lagi bawa aku naik dalam kerohanian dan pelayananku, akupun menikmatinya.

Aku merasa cukup sampai disini saja. 
Selesai sudah ....





The End.











Sampai akhirnya aku di"tampar" dan akhirnya aku sadar, bahwa aku selalu fokus dengan diriku sendiri dan bahwa hidupku, pelayananku tidak berdampak untuk orang lain, karena aku hanya melakukan semua dengan fokus pada diri sendiri bukan untuk orang lain

Aku yang begini, aku yang begitu, aku jadi begini, aku jadi begitu, aku melakukan ini, aku melakukan itu. 
Aku...aku..aku..semuanya tentang aku.
Aku seneng kenal Tuhan Yesus dan aku seneng aku diselamatkan.
Tapi aku ga sadar kalau masih banyak orang diluar sana yang belum diselamatkan.
Akhirnya aku belajar untuk minta hati seperti hatinya Tuhan.
Tapi aku mulai mikir hati Tuhan seperti apa?
Yang aku tahu hati Tuhan yah lemah lembut, penuh kasih dlll.
Tapi akhirnya aku tahu bahwa hati Tuhan itu penuh dengan belas kasihan terhadap jiwa-jiwa yang terhilang.
Tapi untuk orang yang mikirin diri sendiri kayak aku ini, aku harus belajar keras untuk peduli dengan hidup orang lain. Aku mulai beroda setiap hari, aku minta hati yang mengasihi jiwa-jiwa, hati yang mau menangis lihat banyak orang yang tidak mengenal Tuhan, menolak Tuhan, hidupmya berantakan dan sedang ngantri masuk neraka.
Setelah masuk kuliah, aku terus-terusan diajar untuk punya hati seperti ini. Awalnya aku cuma berani doa untuk jiwa-jiwa, tapi giliran diperhadapkan dengan jiwa, aku takut, aku ga tahu harus gimana dan muncul kembali keegoisan aku.
Aku menolak jiwa-jiwa yang dipertemukan ke aku. Aku menolak dengan keras dan dengan berbagai alasan yang sok rohani.
Tapi Tuhan tetap mengajar aku untuk lihat jiwa dengan cara pandang Tuhan.
Sampai ketika Tuhan ijinin aku mengurus mentoring disebuah reatreat kampus, aku tahu Dia "menjebak" aku dipelayanan ini karena suatu rencana. Tapi dulu aku ga tahu apa rencana-Nya.
Sampai suatu kali aku menangis dan mikir buat apa sih pelayanan ini, cape belum lagi menghadapi tugas kuliah yang bejibun.
Lalu Dia ingetin aku tentang jiwa-jiwa yang akan datang di reatreat itu.
Lalu timbul pertanyaan, puas cuma sampai mereka datang reatreat, mereka nyanyi2, terima Tuhan, dipulihkan?
Kalau aku cuma mikir sampai disitu saja sama artinya aku ga peduli dengan hidup mereka.
Aku cuma peduli dengan reatreatnya sukses. Selesai kerjaan aku.
Tapi Tuhan ternyata mau aku melakukan lebih dari sekedar doain mereka, ajak mereka reatreat tapi Dia mau aku terlibat dalam kehidupan rohani mereka.
Sampai hari ini aku tetep belajar doa untuk jiwa-jiwa,terus minta hati jiwa-jiwa itu bahkan aku takut kehilangan hati itu dan terus berusaha peduli dengan jiwa-jiwa disekitar aku yang belum mengenal Tuhan Yesus.

 

Brikanku hati seperti hati-Mu
yang penuh dengan belas kasihan
Brikanku mata seperti mata-Mu
memandang tuaian disekelilingku


Brikanku tangan-Mu tuk melakukan tugas-Mu
Brikanku kaki-Mu melangkah dalam rencana-Mu


Brikanku...
Brikanku..
Brikanku hati-MU





"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
(Matius 28:19-20) 






















Minggu, 20 September 2009

Bye Bali…

 


Dua bulan sudah berlalu di Bali. Sebenernya sih Cuma bentar klo dua bulan tapi rasanya kayak uda lama banget. Uda kangen banget ama Karawaci-Lampung.
Aku bersyukur Tuhan kasi aku kesempatan untuk kerja praktek di Bali, belajar budaya baru, ketemu orang-orang baru, dapetin pengetahuan baru, pengalaman baru dan yang pasti ngalamin proses ini.
Waktu awal-awal di Bali, tiap hari aku mengeluh, rasanya pengen pulang aja, ga usa terusin KP. Mengeluh tentang tempat tinggal, mengeluh tentang kantor, mengeluh tentang bos, mengeluh tentang partner kerja dan mengeluh tentang keadaan.
Tiap hari belajar untuk beradaptasi dengan tempat tinggal yang aku baru tahu ga ada kendaraan umumnya. Bikin mati kutu deh ga bisa pelajarin jalan & arah :(.
Pulang kantor lihat kost ga ada orang, ga ada teman, merasa sendiri.
Yang paling susah mungkin belajar beradaptasi di kantor, dengan orang-orang & bos yang cara berpikirnya beda banget dengan aku.
Akhirnya jadi banyak salah pahamnya karena aku ga ngerti dengan apa yang mereka mau.
Apalagi  bos menuntut banget aku untuk bisa mikir dengan cara dia, otomatis aku jadi capek tapi bukan capek secara fisik tapi capek secara pikiran aku. Karena perbedaan itu aku jadi sering ditegor dikantor, mereka ga mau aku pake cara kerja seperti yang biasa aku pake dikampus & yang biasa diajarin ama dosen-dosen. Jadi aku berusaha keras ubah kebiasaan yang aku uda pelajarin selama 3 tahun di kampus dan berusaha ngikutin cara kerja mereka dan cara mikir mereka. Karena hal-hal ini aku jadi sering mikir, hari aku bakal kena tegor apalagi, disindir apalagi dll. Itu yang bikin aku jadi sering diam sendiri alias bengong di depan komputer.
Ampe suatu kali senior designer di kantorku bilang kalo aku sering kayak murung gitu ga tw mikirin apa.
Karena tiap hari aku mengeluh akhirnya Tuhan nyadarin aku untuk mengucap syukur dengan segalanya dan percaya kalo Dia punya rencana yang besar hingga Dia bawa aku ke Bali. Hal yang ga pernah aku pikirin dan ga pernah aku bayangin sebelumnya. Dia ingetin aku untuk berhenti mengeluh tentang orang-orang kantor dan menggantinya dengan berdoa bagi mereka. Awalnya berat untuk doain mereka tapi Dia ingetin aku lagi untuk aku ga benci ama mereka tapi benci dosanya. Dan juga Dia ingetin aku untuk ‘menang’ dalam proses ini. Kalo menyerah begitu aja artinya aku kalah. Aku mau keluar sebagai pemenang!
Sehingga waktu aku selesai KP dan pulang aku bisa senyum karena aku ‘menang’ menghadapi semuanya.
Akhirnya aku belajar berdoa untuk mereka. Aku berdoa juga agar hidupku bisa menjadi kesaksian dan harapan baru bagi mereka. Aku berdoa supaya mereka bisa melihat Kristus didalam aku, biar apa yang aku kerjain dikantor bisa memuliakan Tuhan.
Dan aku mulai ubah cara berpikir aku dan ga mau kasihani diri sendiri lagi.
Aku belajar ngomong “aku emang ga punya siapa-siapa  disini tapi aku punya Tuhan dan aku percaya Dia ga akan pernah tinggalin aku”.

Tiap hari adalah belajar!
Belajar jadi berkat, belajar desain, belajar sabar, belajar bersyukur dan belajar bangkit juga belajar ga mengasihani diri sendiri. Aku bersyukur kalo aku ga belajar sendiri tapi Tuhan Yesus yg mengajar aku dengan lemah lembut, bahkan tangan-Nya ga pernah lepas menuntun aku.

Aku juga bersyukur kalo Tuhan mempertemukan aku dengan komunitas yang cinta Tuhan juga selama di Bali. Orang-orang yang berdoa buat aku, perhatian banget dan yang pasti aku jadi banyak belajar Firman Tuhan dengan mereka.
Sekarang sudah waktunya aku tinggalin Bali, aku bersyukur boleh diijinin Tuhan belajar di Bali, ngalamin proses, dibentuk karakternya dan semakin dekat dengan-Nya.
Hmm...selesai sudah proses ini dan sekarang siap untuk menghadapi proses yang baru dan siap belajar hal baru lagi ^^ sampai akhirnya aku bisa menggenapi rencana-Nya dalam hidupku, mencapai tujuan yang sudah Dia tetapkan untuk aku. Aku akan terus berlari untuk menggenapi panggilan-Nya dan belajar setia sampai akhir.


“Yes, i will run the race till i see Your face”

Special thanks to Jesus Christ, my Lord & my Saviour


Thanks to:
Tiga Grafis Desain & Photography
Pak Ade Adinata: “Makasi ya pak ceramahnya :p. Makasi ajarannya”
Bu Dewi: “ Makasi untuk kesempatnnya, makasi juga uda bantuin cari kost” (wanita yang paling tangguh di Tiga Grafis)
Pak Ferry: “ Makasi untuk pelajaran ttg produksi cetaknya” (bapak paling baik se-Tiga Grafis)
Pak Wahyu: “Makasi uda ngajarin tentang software dan cara bikin FA. Makasi juga tanda tangannya”
Ayu: “Makasi atas bantuannya, makasi atas nilainya ;p”
Elli: “Makasi atas bantuannya, makasi uda ngajarin tentang alur kerja di Tiga Grafis”
Mbak Maria: “Makasi untuk data-data Tiga Grafisnya ya :)”
Bu Kasim: “Makasi bu untuk tehnya tiap pagi dan kopinya kalo aku lagi ngantuk di kantor”
Mas Ketut:” makasi untuk makan siang selama 2 bulan ini hehehe”

Untuk komunitas yang aku kasihi, Efata Komsel: “Makasi ya semuanya, uda menyambut saya seperti keluarga sendiri, makasi juga untuk doanya :) ”
Someday i’m gonna miss the moment in Bali (Maybe ;p)



 Tiga Grafis



  
Random @ Bali

Selasa, 08 September 2009

Lampung, Sang Bumi Ruwai Jurai


Kota Bandar Lampung merupakan ibu kota provinsi Lampung, Indonesia. Kota ini memiliki luas 207,50 km² dengan populasi penduduk sebanyak 812.087 jiwa (2008) ; kepadatan penduduk 4.597 jiwa/km² dan tingkat pertumbuhan penduduk 3,79 % per tahun.

Secara geografis, ibukota provinsi Lampung ini berada di pintu gerbang utama pulau Sumatera, tepatnya kurang lebih 165 km sebelah barat laut DKI Jakarta.

Didukung oleh posisi yang strategis, menyebabkan mobilitas penduduk serta lalu lintas di setiap ruas jalan protokol di Bandar Lampung cenderung padat, sehingga sebagai salah satu kota tersibuk di Indonesia bagian barat, Bandar Lampung memiliki andil penting dalam jalur transportasi darat dan aktivitas pendistribusian logistik dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya.

Kota Bandar Lampung merupakan ibukota Provinsi Lampung. Oleh karena itu Kota Bandar Lampung merupakan pusat kegiatan pemerintahan, sosial politik, pendidikan dan kebudayaan, serta merupakan pusat kegiatan perekonomian dari Provinsi Lampung.
klo ngomong soal aset budaya, Lampung terkenal dengan Tari Sembah.
Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah.Ritual tari sembah biasanya diadakan oleh masyarakat lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, mungkin bolehlah dikatakan sebagai sebuah tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakan Lampung.
Orang Lampung biasanya menggunakan bahasa Lampung tapi bahasa ini hampir jarang yang menggunakannya karena lebih banyak orang pendatang dibanding orang Lampungya. makanya banyak orang yang ga tahu bahasa lampung itu gimana.
Aksara Lampung yang disebut dengan Had Lampung adalah bentuk tulisan yang memiliki hubungan dengan aksara Pallawa dari India Selatan. Macam tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam Huruf Arab dengan menggunakan tanda tanda fathah di baris atas dan tanda tanda kasrah di baris bawah tapi tidak menggunakan tanda dammah di baris depan melainkan menggunakan tanda di belakang, masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri


Artinya Had Lampung dipengaruhi dua unsur yaitu Aksara Pallawa dan Huruf Arab. Had Lampung memiliki bentuk kekerabatan dengan aksara Rencong, Aksara Rejang Bengkulu, aksara Sunda, dan aksara Bugis. Had Lampung terdiri dari huruf induk, anak huruf, anak huruf ganda dan gugus konsonan, juga terdapat lambing, angka dan tanda baca. Had Lampung disebut dengan istilah Kaganga ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan dengan Huruf Induk berjumlah 20 buah.

Aksara lampung telah mengalami perkembangan atau perubahan. Sebelumnya Had Lampung kuno jauh lebih kompleks. Sehingga dilakukan penyempurnaan sampai yang dikenal sekarang. Huruf atau Had Lampung yang diajarkan di sekolah sekarang adalah hasil dari penyempurnaan tersebut.
 
Klo bahasa Lampungnya memiliki dua subdilek. Pertama, subdialek A (api) yang dipakai oleh ulun Melinting-Maringgai, Pesisir Rajabasa, Pesisir Teluk, Pesisir Semaka, Pesisir Krui, Belalau dan Ranau, Komering, dan Kayu Agung (yang beradat Lampung Peminggir/Saibatin), serta Way Kanan, Sungkai, dan Pubian (yang beradat Lampung Pepadun). Kedua, subdialek o (nyo) yang dipakai oleh ulun Abung dan Menggala/Tulangbawang (yang beradat Lampung Pepadun).*terlalu panjang klo dijelaskan disini*
(disadur dr wikipedia.com)

Aku lahir di Lampung Utara, sekarang tinggal di Bandar Lampung. Waktu aku masih kecil aku pengen banget keluar dari Lampung. Aku merasa Lampung ga ada apa2nya dibanding kota-kota lain di Indonesia. Ga terkenal dan bukan tempat wisata yang bagus.
Ketika aku masuk SMP dan mulai pelayanan di gereja. Suatu kali di sebuah ibadah remaja, si pengkotbah 'menantang' jemaat yang punya beban untuk Lampung maju ke depan, ga tahu kenapa aku maju ke depan dan berjanji ama Tuhan aku akan berdoa untuk kota ini.Tapi selesai itu aku tetep ingin keluar dr Lampung.
Namun semenjak masuk kuliah di Karawaci (berhasil keluar dr Lampung), aku mulai belajar untuk 'cinta' kota asalku.
Orang-orang disekitar aku berasal dari daerah yang berbeda dari aku dan mereka bangga dengan daerah asal mereka. Mereka bangga bicara dengan bahasa daerah mereka. Aku agak menyesal aku ga mau belajar tentang Lampung, budaya,adat dan bahasanya pdahal Lampung juga kaya akan hal-hal tersebut. 
Dan kemudian aku sadar kemanapun aku pergi aku akan selalu bawa nama 'Lampung' itu, tempat aku lahir, tumbuh besar, belajar dan mengenal Yesus pertama kali. Tapi aku bersyukur seenggaknya aku ga buta sama sekali tentang Lampung walaupun dulu aku ga peduli dengan hal ini.
Sekarang kemanapun aku pergi aku selalu inget dengan kota ini, kota yang kadang-kadang bikin aku kangen dan ingin pulang. Tapi aku bersyukur Tuhan pakai aku si gadis Lampung ini untuk keluar dan melayani Tuhan tapi sampai sekarang aku belajar untuk berdoa bagi Lampung. Karena aku percaya Tuhan punya rencana kenapa aku lahir di Lampung dan tinggal di Lampung. Dan sekarang aku bisa bersyukur untuk keberadaanku di Lampung.
Waktu mau nulis blog ini aku kepikir ayat ini:
"Usahakanlah kesejahteran kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." (Yeremia 29:7)
Ayat ini yang selalu ingetin aku untuk berdoa bagi kota asalku dan tempat dimanapun aku ditempatkan.